review film : Captain Phillips (west movie)

| Kamis, 27 November 2014

Captain Phillips


IDENTITAS FILM :

-Tanggal Rilis        à 17 Oktober 2013 (Indonesia)
-Genre                   à Action, Thriller
-Durasi                  à 134 menit
-Sutradara             à Paul Greengrass
-Pemain                à Tom Hanks & Barkhad Abdi
-Studio                 à Michael De Luca Productions, Scott Rudin Productions,
    Trigger Street Productions.

Captain Phillips, sebuah film yang menanyangkan perjuangan seorang kapten dalam misi penyelamatan kapal Maersk Alabama oleh 2 kapal kecil yang terdiri dari beberapa perompak bersenjata dari Somalia. Film ini dibintangi oleh Tom Hanks, seorang aktor menawan yang merupakan aktor kawakan pemenang duakali piala Oscar. Dalam film ini Tom Hanks berperan sebagai kapten Phillips –Richard Phillips- yang menunggangi kapal Maersk Alabama yang bermuatan 17.000 metrik ton kargo dengan jumlah awak 20 orang. Kala itu kapal tersebut sedang berlayar menuju Mombasa, Kenya. Sebelum pembajakan terjadi, kapten Phillips dan ke-20 orang awak kapal sudah melakukan training sehari sebelumnya tentang bagaimana menghadapi para bajak laut (anti-piracy training). Training tersebut mencakup anti-terror, basic safety, first aid dan lain-lain.

Keesokan harinya tepat tanggal 08 April 2009, alarm peringatan pun berbunyi, 2 kapal kecil terlihat membuntuti kapal Maersk Alabama tersebut. Kapten Phillips langsung berinisiatif menghubungi Angkatan Laut Amerika untuk mengabarkan kondisi gawat darurat kapal Maersk Alabama saat ini.  Berbagai cara dilakukan oleh kapten Phillips dan kru-krunya. Berbagai arahan disampaikan kapten kepada para kru agar tetap bekerja sama untuk melawan para bajak laut. kekuatan tim work mereka saat itu perlahan mebuahkan hasil. Dua kapal kecil tersebut mulai kehilangan kendali, namun masih ttap bisa bertahan. Malam mulai larut, Kapten Phillips dan kru berkumpul di ruangan. Terdengar beberapa kru yang menggerutu karena kejadian yang mereka alami, cemas, panik dan ketidaknyamanan mulai menguasai ruangan tersebut. Adu mulut pun terjadi, sang kapten berusaha untuk membuat para kru-krunya merasa tenang, salah satunya dengan cara meyakinkan mereka bahwa mereka akan segera mendapatkan penerbangan pertama menuju kampung halaman masing-masing. Pada dasarnya penawaran yang kapten Phillips berikan saat itu hanya untuk menenangkan para kru yang sedang panik. 

Malam berganti pagi, para bajak laut kembali membuntuti kapal Meirsk Alabama namun hanya dengan 1 kapal kecil yang terdiri dari 4 orang bajak laut bersenjata. Kapten mengarahkan untuk melakukan trik yang telah mereka lakukan dihari sebelumnya, namun tidak membuahkan hasil. serentak kapten Phillips memerintahkanmike Perry  yang merupakan Chief Engineer (C/E) membawa 14 orang awak kapal untuk disembunyikan di dalam “secure room” yang terletak di lantai dasar ruang mesin. Di sisi lain,  ke-4 orang bajak laut tersebut berhasil menguasai kapal Maersk Alabama. Pembajakan terjadi seharian penuh yang dihiasi dengan perang mulut antara kedua belah pihak. Kemarahan kapten bajak laut memuncat ketika mesin kapal mati secara tiba-tiba, ia memerintahkan kapten Phillips untuk menggeledah kapal Alabama agar menemukan para kru.  Dalam pencarian para kru, salah satu anggota bajak laut yang berusia sangat muda terinjak pecahan beling yang sengaja diletak oleh para kru. Kemarahan kapten bajak laut semakin memuncak. Kapten Phillips menawarkan kesepakatan untuk memberikan mereka uang sebesar 30.000 dollar, namun kapten bajak laut  menolaknya dan meminta uang yang lebih.  Darah pada luka yang diderita anggota bajak laut terus mengalir, kapten bajak laut memerintahkan kapten Phillips untuk membawa anak buahnya ke atas dan meninggalkan dia sendiri. kapten bajak laut tertangkap, kemarahan anggota bajak laut yang lain turut memuncak, lalu kapten Phillips memberikan penawaran lagi yaitu uang 30.000 dollar dan sekoci untuk transport agar meninggalkan kapal Maersk Alabama dan kembali ke Somalia. Namun kesepakatan tersebut diingkari dengan menyandera kapten Phillips.

Selama di dalam sekoci kapten Phillips mengobati anggota bajak laut yang terluka akibat pecahan beling tadi. Keesokan harinya, Angkatan Laut Amerika yang dibantu oleh psukan katak, USS Boxer & USS Halyburton bergegas dalam misi penyelamatan kapten Phillips. Misi penyelamatan kapten Phillips tidak berjalan mulus, berbagai kesepakatan diberikan untuk membujuk agar kapten bajak laut mau bernegosiasi kepada Angkatan Laut Amerika hingga kondisi kapten Phillips yang sedang terancam karena salah satu anggota berniat menembak kapten Philips yang saat itu sedang menyerang anggota lain dari bajak laut tersebut. suasana semakin menegangkan, Angkatan laut tidak bisa menahan lagi, tembakan langusng diarahkan pada ketiga target bajak laut. cipratan darah tersebar di dalam sekoci, shok, perasaan panik, kalut, takut, trauma berkumpul menjadi satu pada kapten Phillips. Saat itu kapten phillips dibawa ke klinik untuk diperiksa. Di dalam ruangan kapten philips masih shok dengan kejadian yang telah ia alami. Ekspresi yang ditunjukkan hanya menangis sembari menjawab pertanyaan yang dilontarkan perawat kepadanya. Diwaktu yang sama kapten bajak laut ditangkap oleh angkatan laut Amerika untuk menyerahkannya ke Departemen Kehakiman dan membawa kapten bajak laut ke Amerika untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

konsensus


DEFINISI KONSENSUS

Konsensus adalah sebuah frasa untuk menghasilkan atau menjadikan sebuah kesepakatan yang disetujui secara bersama-sama antarkelompok atau individu setelah adanya perdebatan dan penelitian yang dilakukan dalam kolektif intelijen untuk mendapatkan konsensus pengambilan keputusan. Konsensus yang dilakukan dalam gagasan abstrak, tidak mempunyai implikasi terhadap konsensus politik praktis akan tetapi tindak lanjut pelaksanaan agenda akan lebih mudah dilakukan dalam memengaruhi konsensus politik.
Konsensus bisa pula berawal hanya merupakan sebuah pendapat atau gagasan yang kemudian diadopsi oleh sebuah kelompok kepada kelompok yang lebih besar karena bedasarkan kepentingan (seringkali dengan melalui sebuah fasilitasi) hingga dapat mencapai pada tingkat konvergen keputusan yang akan dikembangkan.

TEORI KONSENSUS

Tokoh sosisologi yang dikenal dengan teori konsensus adalah Emile Durkheim, karenaia banyak berbicara tentang solidaritas sosial dalam masyarakat berdasarkan nilai-nilai moralitas dan agama.
Berdasarkan konsep solidaritas sosial sebagai wujud konsensus masyarakat, maka hubungan individu dibangun sesuai dasar-dasar moral, agama, kepercayaan, trasisi atauadat istiadat yang sudah diakui serta dianut oleh masyarakat. Secara antropologis, Durkheim melihat perlunya alat perekat solidaritas atas dasar konsensus masyarakat yana bisa mewujudkan integrasi, dalam hal ini adalah paham-paham kolektif, yang bersumber dari paham-paham individual. Melalui proses internalisasi, sosialisasi, institusionalisasi dan sangsi-sangsi sosial, paham individual berkembang serta diakui menjadi paham kolektif yang pada akhirnya bisa menjadi kekuatan memaksa. (Prof. Dr. H. Abdullah Ali, 2007)

KONSEP KONSENSUS DALAM PARADIGMA SOSIOLOGI

Sebuah paradigma merupakan gambaran dasar dari pokok perhatian dalam sebuah ilmu. Paradigma adalah konsensus yang terluas di dalam sebuah ilmu dan berfungsi untuk membedakan sebuah komunitas ilmiah dari yang lain. Lebih lanjut, George Ritzer memaparkan beberapa fungsi paradigma, yakni; mendefinisikan apa yang harus dikaji, pertanyaan apa yang harus ditanyakan, bagaimana untuk menanyakannya, kaidah-kaidah apa yang harus diikuti dalam menginterpretasikan jawaban yang didapatkan. (Ritzer, 2012: 1151) Paradigma mencakup elemen-elemen penting yang membangunnya. Elemen termaksud ialah; teori, subject matter, metode, dan eksemplar. Teori meliputi konsep, variabel, dan proposisi. Subject matter adalah apa yang dikaji dalam ilmu tersebut. Metode adalah cara pengkajian, termasuk instrumen di dalamnya. Kemudian eksemplar adalah karya ilmiah yang menjadi model.
Ada tiga faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan paradigmatik dalam sosiologi :
1.    perbedaan pandangan pandangan filsafat yang mendasari pemikiran masing-masing sosiolog tentang pokok persoalan yang semestinya dipelajari sosilogi.
2.   Akibat logis yang pertama, maka teori-teori yang dibangun dan dikembangkan masing-masing komunitas ilmuwan berbeda.
3.    Metode yang dipakai untuk memahami dan menerangkan substansi disiplin inipun berbeda. Atas dasar perbedaan pandangan mengenai apa yang semestinya dipelajari dalam sosiologi itulah terdapat tiga paradigma sosiologi dewasa ini yaitu, paradigma fakta sosial, paradigma definisi sosial dan paradigma perilaku sosial.

PARADIGMA FAKTA SOSIAL

Paradigma fakta sosial pada dasarnya sejalan dengan organisisme sosial, yang menganggap bahwa masyarakat atau kelompok masyarakat ibarat satu tubuh. Dalam satu tubuh, sel yang satu dengan sel yang lain saling melengkapi, kendati memiliki peran yang beragam. Pendekatan organis yang masih terlalu filosofis tersebut, diteoretiskan dalam fungsionalisme struktural. Ide pokok kaum fungsionalis strukturalis ialah bahwa kelompok sosial merupakan suatu sistem yang diikat oleh konsensus. Di dalam setiap sistem pun senantiasa terjadi konflik. Bahkan dalam perspektif Dahrendorf, sistem justru lahan utama bagi konflik. Setiap individu atau kelompok yang tidak terhubung dalam sistem tidak akan mungkin terlibat dalam konflik. (Susan, 2009: 49) Begitu pula dalam keluarga, yang merupakan suatu sistem dengan ciri khasnya berupa pola dan konsensus. Setiap keluarga memiliki pola tersendiri dan konsensus yang berbeda dari keluarga lainnya. Kendati demikian kedua elemen termaksud tetap harus ada sebagai fondasi sistem. Sepakat pula dengan Ralf Dahrendorf bahwa setiap sistem, dalam hal ini keluarga, selalu terjadi konflik di dalamnya. Resolusinya adalah dengan menganalisa peran tiap anggota, kemudian membentuk konsensus baru.

PARADIGMA DEFINISI SOSIAL

Paradigma Definisi Sosial menempatkan pokok persoalan sosiologi adalah proses pendefinisian sosial dan akibat-akibat dari suatu aksi serta interaksi sosial. Exemplar paradigma ini adalah karya Max Weber tentang tindakan sosial (social action) Paradigma Definisi Sosial secara pasti memandang manusia sebagai orang yang aktif menciptakan kehidupan sosialnya sendiri. Ada tiga teori yang termasuk dalam paradigma ini yaitu : teori aksi sosial, teori interaksionisme simbolik dan teori fenomenologi.
1.    Teori Aksi, tokoh yang terkenal pada teori ini adalah Max Weber.  Asumsi pada teori ini menyatakan bahwa :
-        tindakan manusia muncul dari kesadarannya sebagai subjek atau individu yang memiliki kesadaran.
-        Sebagai subjek, manusia bertindak untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
-        Kelangsungan tinfakan manusia hanya dibatasi oleh kondisi yang tida bisa diubah oleh diri manusia itu sendiri. sebuah tindakan individu itu berlangsung terus menerus hingga ada halangan serius yang membuat individu tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
-        Individu memiliki kemampuan memilih, menilai dan mengevaluasi tindakan yang akan, sedang dan telah dilakukannya.
-        Pertimbangan-pertimbangan moral, ekonomi dan sosial biasanya muncul pada saat pengambilan keputusan.
2.   Teori Interaksionisme Simbolek, teori ini menyatakan bahwa dalam  berinteraksi manusia atau individu tersebut tidak hanya memberi reaksi terhadap tingkah laku atau perbuatan individu lain, melainkan lebih menafsirkan atau menginterpretasikan terlebih dahulu sebelum bertindak. Disinilah letak perbedaan manusia/individu dengan hewan. Menurut teori ini, reaksi pada diri manusia / individu terjadi melalui 3 tahap yaitu aksi, interpretasi dan reaksi.
3.    Teori Fenomenologi, teori ini menyatakan bahwa manusia/ individu bisa menciptakan dunia sosialnya sendiri dengan memberikan arti kepada perbuatan-perbuatan tersebut. Teori ini muncul sebagai reaksi atas anggapan yang memandang bahwa manusia / individu  dibentuk oleh kekuatan-kekuatan sosial yang mengitarinya.

PARADIGMA PERILAKU SOSIAL

Paradigma Perilaku Sosial menempatkan pokok persoalan sosiologi ialah perilaku dan perulangannya. Bagi paradigma ini perilaku sosial individu kurang sekali memiliki kebebasan. Ada dua toeri yang termasuk dalam paradigma ini yaitu teori sosiologi behavioral dan teori pertukaran (exchange theory) (cari penjelasannya terotinya). Paradigma Perilaku Sosial lebih banyak menggunakan metode eksprimen dalam penelitiannya.



analisis film

–Captain phillips-


Film yang berjudul  Captain Phillips ini kami ambil sebagai sampel salah satu dari banyak contoh film yang berkaitan dengan teori konsensus yang dibahas. Asalan kami mengambil film ini karena sepanjang cerita dalam film ini cukup banyak menampilkan situasi dimana suatu kelompok sosial melakukan kesepakatan-kesepakatan yang disetujui  bersama-sama antarkelompok atau individu stelah adanya konsensus pengambillan keputusan. Misalnya saat adegan pembajakan pertama para bajak laut yang membuat para kru panik, dan saling menggerutu karena merasa posisi mereka sedang tidak aman. Lalu sang kapten memberikan kesepakatan dengan tujuan untuk meredakan kepanikan para krunya yaitu dengan cara meyakinkan mereka bahwa mereka akan segera mendapatkan penerbangan pertama menuju kampung halaman masing-masing setelah mereka sampai di Mombasa. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa terjadi sebuah kesepakatan antara kapten Phillips dengan para kru. Kemudian antara kapten bajak laut dengan kapten Philips, antara kelompok kapten Phillips dengan kelompok Kapten bajak laut. lalu terjadi beberapa konflik. Konflik yang terjadi ini sedikit berkaitan dengan teori konflik. Konflik adalah pejuangan mengenai nilai serta tuntutan atas status, kekuasaan dan sumber daya yang brsifat langka dengan maksud menetralkan, mencederai atau melenyapkan kawan.
George Vold, berpendapat bahwa setiap orang itu pada hakikatnya mempunyai kepentingan yang sama dalam bersatu untuk membentuk sebuah kelompok dalam upaya mendorong kepentingan mereka ini dalam arena politik. Gagasan Vold menerangkan bahwa tiap-tiap kelompok mempunyai berbagai kepentingan dan sering sekali yang bertentangan sehingga dapat menimbulkan konflik. Ketika kelompok tersebut mempunyai kepentingan yang sama, maka konflik dapat diselesaikan melalui kompromi yang memberikan stabilitas kepada sebuah masyarakat. Namun, ketika kelompok tersebut mempunyai kekuatan yang berbeda, maka satu kelompok tersebut bisa menang dengan kekuatan penuh dari negara untuk meaksanakan kepentingan kelompok itu.
Berbicara mengenai konflik yang berkaitan tentang konsensus, dalam buku karangan (Saifunddin, 2006), Emile Durkheim memandang tujuan dari tindakan moral adalah melestarikan masyarakat. Suatu tindakan moral harus mengikuti aturan untuk memenuhi kepentingan pelakunya. Oleh karena aturan-aturan moral itu dimiliki bersama oleh para anggota suatu masyarakat.. Durkheim mengatakan bahwa konsensus moral adalah kondisi yang diperlukan bagi mewujudkan keteraturan sosial adalah salah satu postulat teori sosial fungsional. (Alfinuha, 2014)
Alur cerita film ini praktis hampir seluruhnya adalah di atas laut. Ditampilkan secara detail tentang bagaimana sikap seorang kapten kapal senior dan berpengalaman (Kapten Phillips diperankan oleh Tom Hanks) dalam menghadapi tekanan dan sikap tak sabar empat bajak laut Somalia yang berhasil naik ke atas kapal. Bagaimana hebatnya mereka bertahan untuk tidak membuat keselahan sekecil apapun, mengingat moncong senapan senantiasa terarah di depan wajah mereka. Dalam situasi seperti ini memang penting diingat untuk tidak berusaha menjadi pahlawan dengan cara melawan secara membabibuta.
Sepanjang film ini dipenuhi dengan adegan drama bagaimana kapten Phillips  berjuang melawan  bajak laut, baik secara akal maupun secara mental. Sebelum empat bajak laut asal Somalia itu berhasil naik ke atas kapal, Captain Phillips dan awak kapal Maersk Alabama berhasil membuat satu boat milik para pembajak berbalik arah, lantas lari tunggang langgang karena diperdaya kapten dengan komunikasi rekayasa, seakan-akan sudah berhubungan dengan militer dan mereka akan segera di tolong oleh pasukan tempur Amerika.
Intensitas film ini sangat terjaga dengan mantap mulai dari awal hingga akhir cerita. Pemilihan pemainnya sangat tepat, pengambilan gambarnya sangat bagus, serta penulisan cerita yang juga amat mengagumkan. Adegan-adegan penutup film ini, membuktikan bahwa memang benar Tom Hanks adalah salah satu aktor terbaik yang pernah ada.


SUMBER :

Alfinuha, S. (2014, 05 15). Konsensus dan Konflik. Dipetik 10 21, 2014, dari Kompasiana Sosbud: http://m.kompasiana.com/post/read/655621/2/konsensus-dan-konflik.html
Prof. Dr. H. Abdullah Ali, M. (2007). Sosiologi Pendidikan dan Dakwah. Cirebon: Stain Press Cirebon.
Saifunddin, A. (2006). Antropologi Kontmporer; Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paadigma. Jakarta: Prenada Media Group.
http://www.academia.edu/2304599/Paradigma_Sosiologi

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲