#SIP Sistem Informasi Psikologi

| Jumat, 07 Oktober 2016


Kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada salam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak adalah definisi sistem. Kata sistem berasal dari bahasa Latin systema dan bahasa Yunani sustema adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri atas tujuh komponen atau elemen:
§      Objek
Berupa bagian, elemen, benda fisik, abstrak ataupun keduanya sekaligus; tergantung pada sifat sistem tersebut
§      Atribut
Bagian yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya
§      Hubungan internal
Hubungan diantara objek-objek di dalamnya
§      Tujuan
Sebagai pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali
§      Masukan
Dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak
§      Proses
Bagian yang bekerja untuk melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai. Ex : informasi dan produk
§      Keluaran
Hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan dsb.
§      Mekanisme pengendalian dan umpan balik
Perwujudannya dengan menggunakan umpan balik, yang mencuplikkan keluaran. Umpan balik digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
§      Lingkungan
Segala sesuatu yang berada si luar sistem. Sebagai tempat di mana sistem berada.
Seperti yan gkita ketahui informasi secara umum adalah pesan (ucapan atau eskpresi) atau sekumpulan pesan yang terdiri dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan.  Informasi dapat dianggap sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau konstruksi.
Dibawah ini definisi informasi menurut para ahli, diantaranya:
§      Jogiyanto HM., (1999: 62). Informasi didefinisikan sebagai hasil dari suatu pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna serta lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan suatu keputusan.
§      Abdul Kadir (2002: 31) ; Mc Fadden dkk (1999) mendefinisikan informasi adalah sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seseorang yang telah menggunakan data tersebut.
Secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diklasifikasikan menjadi bentuk yang memiliki arti menggambarkan suatu kejadian-kejadian sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seseorang. 
Psikologi adalah sebuah displin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal (Wade & Travis, 2007).
Menurut Atkinson, Atkinson, & Hilgard, (1983) psikologi didefinisikan sebagai studi ilmiah mengenai proses perilaku dan proses mental.
Plotnik (dalam Basuki, 2008) Psikologi merupakan studi yang sistematik dn ilmiah tentang perilaku manusia.
Menurut Wundt (dalam Basuki, 2008) psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia. Dari batasan ini dapat dikemukakan bahwa dalam psikologi, keadaan jiwa direfleksikan dalam kesadaran manusia. Unsur kesadaan merupaan hal dipelajari dalam psikologi.
Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan proses mental pada manusia.

Sistem Informasi Psikologi
Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang bertujuan mendapatkan informasi dalam bidang psikologi. Menurut Gaol (2011) Sistem informasi psikologi bertujuan mendapatkan pemahaman bagaimana manusia pembuat keputusan merasa dan menggunakan informasi formal.

Contoh Kasus
Sistem informasi psikologi mencangkup : Hardware, Software, People, and Procedurs. Hardware dan software sebagai mesin sedangkan prosedur dan manusia sebagai pelaku, Dan data berfungsi sebagai jembatan dari keduanya. Sistem informasi bisa dimanfaatkan oleh pelaku psikologi untuk membantu mereka saat penghitungan skor dalam beberapa tes psikologi. Selain itu sistem informasi psikologi dapat digunakan dalam melakukan konseling yang disebut dengan e-counseling (electronic counseling) atau konseling online. e-counseling yang secara singkat dapat diartikan yaitu proses penyelenggaraan konseling secara elektronik dengan menggunakan sosial media.

REFERENSI:

Atkinson, R. L., Atkinson, R. C., & Hilgard, E. R. (1983). Pengertian psikologi. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Basuki, H. (2008). Psikologi umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Wade, C., & Travis, C. (2007). Psikologi, edisi ke 9. Jakarta: Penerbit Erlangga.
http://helloaicita.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-sistem-informasi-psikologi.html
https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjsgcyXhsnPAhWHMo8KHRYtAs4QjRwIBw&url=http%3A%2F%2Fhaanifah.blogspot.com%2F2016%2F01%2Fdesain-sistem-informasi-psikologi.html&psig=AFQjCNFkyupaTDsPk11rLzGk82xMnQx7Iw&ust=1475941823333789

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲